C.A.T.S
I love cats, 'though they're not mine, but of course I have my own cats :3... They're so damn cute!
Photos taken at Jogja Cats Carnival 2011 - UC, Gadjah Mada University :D
Hidden Obsession
8 Maret 2011, saya, Ichabella Darmawan dan Imma Khoiriyah melakukan perjalanan panjang menuju sebuah pantai di Gunungkidul, pantai Sepanjang. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk... foto2, sederhananya seperti itu. Sebenernya agak diluar dugaan sih, karena saya pikir ini hanya poto2 biasa, eh ternyata 2 orang yang saya sebut tadi menginginkan semuanya 'sempurna'. Persiapan mereka ga tanggung2, mulai dari kostum, sampai make up yang bikin saya jenggotan dan nglumut nungguin -___-". Okelah, demi mereka saya pun setia menunggu *haishh.
Ide awal foto2 ini adalah gara2 si Ichabella Darmawan yang sering ber-fashionblogwalking terinspirasi dari sebuah blog tentang fashion, khususnya tentang hijab fashion, atau.. apalah namanya itu, tanyakan saja langsung pada beliau :D. Akhirnya kami sepakat buat berangkat saja ke pantai itu. Pada akhirnya muncul pertanyaan, baik dari mereka, maupun dari saya. Untuk apa foto2 ini nantinya? dijual? mana laku :P. Saya jawab: mau kupake buat portofolio aja, sekalian latian. Kalo mereka sih buat ngisi blog juga, buat fesbuk juga kali ya? :p atau... buat melampiaskan keinginan mereka jadi model? obsesi tersembunyi, eh? :D
Jejak-jejak Yang Kau Tinggal (Merapi)
Masih tentang Merapi, gunung api paling aktif di dunia yang belum lama ini melakukan 'hajat'-nya sebagai gunung berapi. 16/12/2010 kemarin saya, dan teman-teman sepakat untuk hunting foto, sekaligus melihat kondisi sekitar Merapi yang hancur. Tepatnya di desa Pangukrejo, Cangkringan. Kondisi kehancuran ternyata jauh lebih luas dan lebih parah dari yang kami bayangkan sebelumnya. Hutan pinus yang dulu tampak hijau sudah tidak terlihat lagi. Desa-desa dan pemukiman warga yang dulu tampak adem ayem, kini rata bersama material vulkanik. Sungai-sungai yang dulu berair jernih dan dingin sudah hilang. Hilang bersama memori dari semua yang pernah kami lalui dan alami dulu di tempat itu. :(
Dilihat dari kehancurannya, pastinya akan membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk bisa suksesi seperti sediakala, itupun kalau tidak terkena hempasan awan panas lagi, tapi buat saya, selama kehancuran itu disebabkan oleh alam, pasti ada maksud dan tujuan dibalik semua itu. Anggap saja Merapi sedang menaburkan kesuburannya, atau sesuatu yang lain. Begitulah alam, selama tidak ada campur tangan manusia, maka itu pasti demi keseimbangannya. :p Lagipula, saat kami melihat kemarin, sudah banyak tunas2 pohon yang kembali tumbuh, terutama pohon bambu dan rerumputan.
Ketika kami datang kemarin, suasana sudah ramai oleh pengunjung ataupun warga sekitar yang juga bertujuan sama, sekedar melihat2 atau gotong royong membongkar puing2 yang belum sepenuhnya rata atau memotong batang2 kayu yang menghalangi jalan. Sekedar tambahan, pada saat masuk ke area bencana, akan ada portal yang dibuat oleh warga sekitar, tarif masuk adalah 5000 rupiah. Tidak mahal, tentunya dengan niat untuk membantu mereka yang terkena musibah Merapi. :) Dan inilah sedikit foto dokumentasi kondisi sekitar Merapi yang bisa saya tampilkan. Meskipun mematikan dan menghancurkan, keindahan dan kegagahannya tetap selalu ada. Semoga bisa dinikmati. :)
